Pada waktu, aku harus bilang apa?
Terima kasih? Maaf? Sesal? Marah?
Kurasa semuanya.
Maka kukatakan:
Terima kasih, maaf: aku menyesal: aku marah.
Padahal waktu tak bersalah.
Tapi apa benar tak bersalah?
Karena waktu, kita berubah.
Karena waktu, terpisah.
Tapi apa benar terpisah?
Entahlah.
-
Apa kata yang tepat untuk protes pada waktu?
"Jangan biarkan ini berlalu"?
"Aku ingin begini selalu"?
Kalau begitu, aku malu.
Seolah aku lemah:
Tak mau berubah, terpisah.
Tapi apa benar itu kelemahan?
Kuragukan.
Maka kukatakan pada waktu:
Aku akan maju, selalu.
Tidak terpaksa, aku mau.
Dan untuk kita,
Aku berdoa: semoga:
Kita jumpa disana.