Hai, Lya. Apa kabar? Mungkin kamu bingung apa yang aku kirim untukmu. Di surat ini ada sebuah cerita yang mengubah hidupku.
Sebelum kamu membaca cerita ini, aku mau bilang: Jangan terlalu berharap. Karena harapan seringkali membawa kita kepada kekecewaan. Jangan mengira kamu akan mendapatkan cerita yang menarik agar tak kecewa bila tidak mendapatkannya. Yang paling penting, jangan sampai kekecewaanmu merubahmu menjadi orang yang tidak bisa berharap, seperti aku.
Rabu, 24 Desember 2014
Zetvies
Ia hanyalah perempuan biasa. Keluarganya, caranya
berteman, tempat ia jalan-jalan juga biasa. Ia adalah anak yang akan belajar
untuk ujian, namun tetap mencontek di dalamnya. Anak yang akan pergi ke mall di
akhir pekan, untuk menonton bioskop, ataupun berbelanja dengan teman-temannya.
Bercita-cita untuk masuk Universitas favorit, tapi belum mempersiapkan diri
untuk itu.
Meskipun ibu dan ayahnya sudah lama bercerai, keluarganya
tidak perlu dibilang broken home. Karena memang, ia hidup dengan tentram di
keluarganya itu. Meski hanya berdua dengan ibunya dan benar-benar “hanya”
berdua dengan ibunya, mereka bahagia. Setidaknya
saat itu.