Writer's note: UN~ Setelah ini saya akan vakum sampai Mei (walaupun vakum itu keadaan normal saya sih lol). Doakan yak. Diusahakan semua cerita saya tamat pada Juni. Anyway, maaf karena tulisan ini terbuat~ Ini kecelakaan.
Unfeel. That's how the needed feels felt: in the dark.
Aku
tak lagi yakin. Aku melihat pintu-pintu baru yang terbuka. Kemungkinan baru.
Harapan baru. Karena itu, aku tak lagi yakin. Mereka membunuhku. (Aku yang sudah lama mati.) Maka ketika aku
melihat pintu lain, jelas, aku membayangkan sebuah jalan lain untuk dibunuh.
Hingga aku bisa membedakan pintu-pintu. Mana yang pintu benar dan mana yang
pintu tidak benar. Aku membukanya satu-persatu sejak dulu. Mencari pencarian.
Menghilangkan kehilangan. Membenarkan kebenaran. Menjahati kejahatan. Tapi
entah kenapa mereka tak mau aku
begitu. Mereka membunuhku di setiap
pintu.
Satuan
waktu apa yang bisa kugunakan untuk menjelaskan? Tanyaku. Pada kalian. Karena
tiap pintu berbeda waktu. Menyentuh. Menggerogoti. Memperdaya. Menjebak.
Mungkin aku pernah terjebak selama satu abad? Atau satu milenium? Entahlah. Aku
lupa! Tapi waktu yang ada di pintu-pintu itu memang tidak perlu diingat, ‘kan?
Iya, ‘kan? Yang penting adalah pintunya! Pintu-pintu masa yang membawa kita
(aku) ke jalan-jalan beku, atau gurun bersalju. Pintu-pintu yang disana (sudah
kubilang,) aku dibunuh lagi dan lagi.