Tentang kacau yang indah bagai bunga,
Aku bercerita
Meski jiwaku terus memerintah
Selalu berkata: nikmatilah
Tapi nikmat apa? Kutanya
Lihatlah dunia yang tiada!
Aku hanya melihat kacau
Gelap dan kacau
Juga tawa jahat yang kini menjamur
Mengakar dan tumbuh subur
Mereka menyamar! Seolah penting
Padahal mereka penyebab genting
Tapi apa mereka pantas tertawa?
Mereka hanya lihat depan mereka!
Mereka tidak lihat tawa yang rahasia!
Dirahasiakan. Direncanakan.
Di sisi lain
Air mata habis. Tinggal darah
Ramah menghilang, jadi amarah
Mereka menyatu dengan kacau!
Mereka, kacau
Lucu.
Saling acuh?
Jelas jatuh!
Rapuh
Maka pada kacau yang lucu bagai bebek
Aku mengejek
Kita sama-sama kacau
Kenapa tak kacau sama-sama?
Kacau.
0 comments:
Posting Komentar