Look at this picture!
Ah aku harus apa? Kalau itu salah, apa aku bisa menyalahkannya? Dia saudaraku. Bagaimana caranya? Kapan aku bisa mengatakan bahwa itu salah?
Seperti yang sebelumnya, langit masih dengan keindahannya. Angin juga masih kencang seperti biasanya. Serpihan dari robekan kertas yang aku buat sudah ku lepas dan terbang. Apa rasaku ini salah? Aku marah. Bukan karena isi dari kertas yang tidak berisi itu. Kertas itu hanyalah pelampiasan dari masalah yang sebenarnya.
Ingat satu hal. Tundukkan pandanganmu. Jaga hubunganmu.
Pernah sekali, atau mungkin lebih. Pandangan dan hubungan dengan dekat maupun jauh, serta baik atau buruk. Manakah pandangan yang baik dan manakah pandangan yang buruk? Mana bisa kita tau, baik buruk itu relatif. Hubungan dekat atau jauh? Tidak akan berbeda, intinya masih berhubungan.
Zaman modern itu berpengaruh! Tetapi apa hukumnya juga dipengaruhi? Hukum dari Sang Pencipta. Ini bukan hukum sembarangan kan? Jelas bukan! Tapi makhluk ini yang sembarangan. Apa kalimat ini salah? Coba salahkan kalau memang ini salah.
Aku berawal dari kalimat ini. Awal yang sangat tidak ingin diingat lagi. Hanya diawal, tenang saja. Selanjutnya memang sedikit berbeda, tapi akan mulai terbiasa. Aku sudah biasa. Ingat saja akan Sang Pencipta, maka pasti bisa kau lawan.
Sekarang bukan itu masalahnya. Bukan karena itu aku marah. This picture! Ah ini nyata. Aku sedih, mungkin menangis. Apa kamu sengaja berlaku sembarang? Kamu tau betul hukumnya. Aku mengikutimu sebelum ini. Sekarang aku berhenti. Aku jatuh dan tidak tau harus apa. Aku sayang padamu, karena kau adalah saudaraku. Tapi apa alasanmu dengan hal ini. Kau dengannya?
Merasakan saat ini air mengalir membawa kesejukan. Step by step, sesuai urutan di sebagian tubuh. Memasuki sebuah ruang dengan penuh kedamaian. Ini rumah-Nya. Selepas menunaikan kewajiban, kalimat ini muncul, "ini salah", terus muncul, "ini salah!", dan lebih keras, "ini SALAH!". Lalu apa hanya dengan kalimat itu semua akan menjadi benar? Tidak!
Hanya mengetahui tanpa melaksanakan, lebih tidak berguna. Karena memang apa yang diketahui tidak digunakan, jadi apa gunanya? Maafkan aku berkata demikian. Demikiannya menunjukkan berakhir atau permulaan yang baru? Tidak akan berakhir selama kita bernapas. Tapi tidak akan menjadi permulaan jika setiap napas itu dilakukan di dalam air.
Aku tau rasanya jadi kamu dan dia. Tapi apa kamu dan dia tidak mau tau rasanya jadi aku yang sekarang? Aku tidak bohong. Merasa sepertimu lebih menakutkan daripada merasa sepertiku saat ini. Jika saat ini kebahagiaan itu kamu rasakan, aku sungguh takut suatu saat nanti kamu akan kehilangannya dan tidak akan mendapatkannya lagi. Percayalah, aku sayang padamu, saudaraku.
👫 🔚
0 comments:
Posting Komentar