Anak minang berjalan tenang.
Menyusuri jalan kemenangan.
Walau harus berlari dan ditentang,
Perlahan tapi pasti dia akan dikenang.
Tapi apalah daya dirinya,
Terlupakan oleh negerinya,
Puluhan tahun mengarungi dunia,
Bertahun-tahun menikmati hidup terpenjara
Namun hanya kekosongan yang didapatnya.
Perjuang untuk negeri sendiri,
Tapi tidak diperjuangkan oleh negeri sendiri.
Terbuang dan dikhianati.
Jasa, dan pengorbanan!
Dibalas dengan hilangnya dia dalam kenangan.
Bukan terlupakan, tapi sengaja dilupakan.
Oh Tan malaka yang malang.
Terlupakan dan terbuang.
Kediri menjadi saksi
Kepergiannya yang ditutupi.
Ketika timah panas menembus tubuhnya,
Membuatnya jatuh ke tanah.
Pergi untuk selama-lamanya.
Meninggalkan dunia dan negeri tercinta.
Catatan: Hasil kolaborasi bersama Kinudang Bagaskoro, mas-mas dari kediri.
0 comments:
Posting Komentar