Kebanyakan
orang baru akan menyadari sesuatu itu berharga bila ia kehilangannya. Seorang gadis
remaja awalnya hanya mempercayainya dalam sebuah drama. Tapi kini kehidupannya
sudah menjadi drama itu sendiri.
Satu
minggu pertama ia hanya dipenuhi perasaan bersalah. Hingga tak sanggup menatap
matanya. Hingga tak sanggup menghirup udara yang sama. Lalu minggu kedua ia
mencoba melupakan semuanya. Mencoba bersikap biasa. Mencoba memulainya dari
awal lagi. Lalu minggu-minggu berikutnya ia benar-benar lupa. Bahkan hingga
berbulan-bulan kemudian.
Sampai
suatu ketika ia ditinggalkan oleh semuanya. Keluarga, sahabat dan cinta. Gadis
remaja itu tidak memiliki harapan. Sudah lama ia menyerah berharap, tetapi
selalu ada saat dimana ia tetap berharap. Meskipun harapan itu selalu
melukainya. Hal pertama yang ia pikirkan setelah ia membuka matanya adalah, “ah
aku pasti bisa melewati hari yang berat ini.” Karena ia tau betapa pilu hatinya
setiap detik dalam kehidupannya. Namun tiba-tiba perasaan itu muncul kembali. Kalimat-kalimat
menggemaskan yang dikirim untuknya dengan tulus dulu sangat dirindukannya.
Cuma
laki-laki bodoh itu yang dengan tulus menyukainya. Cuma laki-laki bodoh itu
yang dengan polosnya tersenyum karena kebohongannya. Cuma laki-laki bodoh itu
yang gugup karena berada di sampingnya. Cuma laki-laki bodoh itu yang ingin
mengerti tentang dirinya. Cuma laki-laki bodoh itu yang benar-benar mencoba
mengerti dirinya. Dengan bodohnya seorang gadis remaja melepaskan laki-laki
bodoh itu, yang membuatnya jauh lebih bodoh dari hal-hal yang paling bodoh yang
pernah dilakukan laki-laki bodoh itu.
Namun
keadaan sekarang telah berbalik. Disaat ia sadar bahwa laki-laki bodoh itu
berharga baginya, laki-laki bodoh itu sudah tidak bodoh lagi. Kini gadis
remajalah yang bodoh, karena ia merindukan seseorang yang bukan lagi miliknya. Karena ia berharap laki-laki itu kembali menjadi bodoh dan mengejarnya.
Dari cerita tentang seseorang yang aku kenal ini, pasti ada yang bisa dipelajari kan? Seperti misalnya jangan jadi gadis remaja yang bodoh, atau jadilah laki-laki bodoh yang berubah menjadi pintar. Seperti itu. Bisa kan? Ada kan?
0 comments:
Posting Komentar