Jumat, 28 Februari 2014

Awan


Aku bisa mendengarnya. Mereka jatuh tepat di atas payung merahku. Mereka meluncur di atasnya. Dan ketika mereka jatuh ke bumi, aku juga bisa mendengarnya.
Aku bisa melihatnya. Serbuan air hujan itu, aku melihat mereka dari bawah payung merahku. Mereka, jatuh dengan lembut. Terlalu lembut hingga aku tidak tahu sejak kapan mereka disana. Dan sampai kapan mereka akan disana. Mereka terus menemaniku. Mereka bahkan tidak meninggalkanku sedikitpun. Tidak sepertimu.

Bersama, Menjadi Lebih Kuat


“Huaaa.!!! Mamaaa..” Tangisan Raka terdengar sangat melengking di telinga. Bila kau mendengarnya, kau akan merasa gendang telingamu hampir pecah.
“Hai! Kenapa kamu menangis seperti anak perempuan?” tanya Bayu yang tiba-tiba saja datang dengan menutup kedua telinganya. Dengan .sekejap Raka menghentikan tangisannya. “Kenapa kamu menyebutku seperti anak perempuan?” jawab Raka.

Pengagum Rahasia


Pagi yang cukup cerah untuk Viola. Mentari seakan tersenyum menemani senyum Viola yang mengembang karena bersemangat berangkat sekolah. Ia tidak sabar ingin melihat sang pangeran, anggota tim paduan suara, Damar.
Ya, Damar. Laki-laki tampan yang dua tahun lebih tua darinya itu berhasil membuatnya jatuh cinta seketika saat Viola menonton salah satu kontes menyanyi, beberapa bulan yang lalu. Laki-laki yang membutnya bertekad untuk bisa satu sekolah dengannya setelah lulus SMP.

Tebak Aku Ini Apa




Dunia ini tampak begitu luas bagiku. Banyak tempat-tempat yang ingin ku kunjungi. Terutama tempat yang luas dan ada banyak benda-benda untuk ku panjati dan aku lompati. Tadi pagi aku pergi ke rumah yang ada pohon besar-besarnya. Aku suka pohon. Saat itu aku berusaha sekuat tenaga ku untuk memanjatnya tapi aku gak bisa. Memanjat pohon itu sangat sulit tapi aku suka. Berada diatas yang lain itu sungguh menyenangkan. Bagaikan penguasa daerah.

Rabu, 26 Februari 2014

Bertahan Atau Melepaskan?


                Ketika melihat senyumannya, bumi ini seakan menjadi semakin cerah. Ada rasa yang entah bagaimana yang dapat membuat hati bergetar. Selalu berpikir tentangnya. Teringat tentangnya. Ketika melihat kesedihan yang terpancar dari matanya, hati ini seolah-olah ikut teriris. Dan dari lubuk hati yang paling dalam ada rasa ingin membuatnya bahagia. Pernahkah kau merasakan itu? Cinta. Ya, itulah cinta.

               

NYATA?


Nyata?
Fana.
Sementara.
Fakta.

Masih ingatkah kau pada gelap
pada malam semanis kecap?
Tatkala bintang gemerelap,
kau mengatakannya, gagap.

Para pencuri hati berhati.
Hati-hati tak punya hati.
Hati-hati yang dicuri,
kembali.

Sekejap lampu menyala.
Kau lihat dapur, bala.
Diacak-acak mencari warna.
Kini tiada.

Pulang dalam raut kusut,
tuan puteri pun mengamuk.
"Tolong..." katanya.
"Aku takut..."


PENELITIAN (EGOIS) TENTANG CINTA


Cinta.
Apa itu cinta?
Ya. Cinta itu apa.

                Cinta. Masalah klasik yang sudah diperdebatkan sejak zaman dulu. Para pujangga sudah membuat banyak mahakarya tentang cinta. Dan aku, sudah memikirkan tentang cinta sejak aku kelas 6 SD. Aku telah mencari data, membuat teori dan melakukannya dalam eksperimen. Maka kali ini akan kubuat sesuatu tentang cinta.

SEBUAH NAMA


"Apa?"
"Iya."
"Apa?"
Mengangguk.
Pergi.
Tertawa.
Selasa, 25 Februari 2014

Festival Kutukan


-Bagian 1-


Asrama Purin, sekolah yang dijadikan tempat belajarnya Sally saat ini sedang disibukan dengan aktifitas festival tahunan sekolah tersebut. Saat diberi informasi oleh guru tadi pagi, anak-anak langsung bersorak gembira. Karena mulai minggu ini mereka tidak akan belajar melainkan sibuk mempersiapkan festival, dan persiapan ini berlangsung hingga 2 minggu.

Semua kelas sudah siap meluncurkan strategi agar kelas mereka menjadi kelas terbaik dan terfavorit tahun ini, begitu pula dengan kelas 2-D, kelasnya Sally. Ia mengusulkan agar kelasnya membuat rumah hantu, teman sekelasnya ada yang mengusulkan kedai, dan ada lagi yang mengusulkan untuk membuat pertunjukan, namun yang terpilih adalah usul dari Sally.

ANAK BARU


Terlahir kembali.
Anak-anak bungsu?
Sementara.
Kakak, Adek, Bapak, Ibu, semua baru.

Reset. Mengulang beberapa.
Tak bisa gerak, tak bisa bilang.
Tak bisa jalan. Tak bisa makan.
Mereka perlu bantuan, mereka diberikan.
Terima kasih, nona dan tuan.


Mereka bernyanyi walau berlari.
Berjuang, capai, menang.
Menjadi makhluk yang utuh, patuh.
Pada apa? Kita tau.

Dan mereka tau, hidup itu susah.
Makan bukan hanya mengunyah.
Ada amarah, banyak gelisah.
Namun tiada serah menyerah.

Dan semua sama.
Hanya: "ANAK BARU"

Depok, Januari 2014
Senin, 24 Februari 2014

INGAT?


Cinta Bulan Samara. Apa kau membaca ini? Ambil posisi senyaman mungkin. Aku akan membacakan cerita yang akan membuatmu terkejut. Apabila kepalamu mulai sakit, berhentilah, dan coba lagi nanti.

Di bawah pohon mangga kita pernah bicara. Masih ingat awal pertemuan kita? Aku tak akan melupakannya.

Cerpen si Fikri - Alone Liliffe


PARA PELINDUNG BUMI

Keris, seorang siswa SMAN 3 Depok adalah seorang penyendiri yang tertarik pada hal-hal yang abnormal. Dia sering pergi ke tempat-tempat yang tidak biasa dikunjungi untuk mencari apakah ada hal-hal yang tidak biasa. Lalu suatu hari, ketika ia sedang berjalan-jalan di GDC, ia masuk ke suatu tanah kosong dan menemukan sebuah kain di suatu tempat yang tersembunyi. Di dalam kain itu terdapat sebuah kertas tua yang membungkus sebuah batu. Di kertas itu terdapat tulisan Bahasa Indonesia tempo dulu dan gambar-gambar.

Alone Liliffe 1 - Intro


“ ‘Di suatu pagi yang cerah, ada sekelompok anak SMA yang sedang bersekolah. Mereka adalah Anak-anak Penggila Aksara, ekskul Bahasa Indonesia. Karena kakak kelas mereka akan di Try-Out, mereka pun diberikan waktu liburan selama tiga hari. Untuk mengisi liburan tersebut, mereka berdiskusi dan memutuskan untuk pergi ke Dunia Fantasi ANCOL dan menggunakan kartu diskon milik Wadi, ketua ekskul tersebut.’ Gimana?” Kata Alan, si jangkis yang selalu ceria.

Puisi


Taufik Ismail
Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

SUNGAI DARAH


Aku punya globe baru.
Apabila kuputar, langit akan berubah warna.
Aneh sekali.
Padahal murah.

Globe ini aneh!
Mengapa negeriku tak ada namanya?
Mengapa lebih kecil dari biasanya?
Aneh sekali.

Ada yang lebih aneh lagi.

Ada negara yang berwarna merah!
Negara yang besar sekali.
Namanya sama, entah apa.
Aku tak mengerti bahasa.

Pasti ini negara pemberani!
Merah itu warna berani!
Lihatlah orang bertangan merah.
Mereka berani atau apa?

Kulihat lagi globe baruku.
Semakin banyak yang berubah!
Warnanya semakin merah!
Kenapa bisa begini?

Daratan sudah merah semua.
Laut sudah mulai tercemar!
Globe ini sudah rusak!
Apa bumi memang begini?

Ya sudahlah.
Akan kucari globe baru.
Yang ini kubuang saja,
ke sungai darah itu.
 
Jumat, 21 Februari 2014

PERTAMA


Hello world! Selamat datang di blog kami. Kami adalah sebuah bidang di dalam sebuah ekstrakulikuler di sebuah sekolah yang sangat menyenangkan di sebuah kota di sebuah provinsi di Indonesia.

Blog ini dibuat sekitar seminggu sejak bangkitnya perkumpulan kami. APA: Anak-anak Penggila Aksara.

Kamilah Anak-anak Penggila Aksara! Kami adalah anak-anak yang seolah tidak memiliki masalah. Kami menggilai aksara dan ingin membuat aksara digilai. Dan kami akan terus bertanya: APA.

Blog ini direncanakan untuk berisi karya-karya dari APA. Entah cerpen, puisi, anekdot, atau informasi tentang pelajaran Bahasa Indonesia. Kami menerima kritik dan saran! Apabila bermanfaat kami akan senang. Jadi...

Selamat menikmati~ ^^

-Wana

Hubungi kami :

Twitter : @APAksara

Email : apaksara3@gmail.com

HP : 085773226995

Instagram: kapas3.aksara

Twitter

Translator