Rabu, 26 Februari 2014

Bertahan Atau Melepaskan?


                Ketika melihat senyumannya, bumi ini seakan menjadi semakin cerah. Ada rasa yang entah bagaimana yang dapat membuat hati bergetar. Selalu berpikir tentangnya. Teringat tentangnya. Ketika melihat kesedihan yang terpancar dari matanya, hati ini seolah-olah ikut teriris. Dan dari lubuk hati yang paling dalam ada rasa ingin membuatnya bahagia. Pernahkah kau merasakan itu? Cinta. Ya, itulah cinta.

               
Ada yang mengatakan bahwa “Cinta pertama tidak akan pernah berhasil.” Haha, siapa yang tahu? Di luar sana banyak sekali cinta pertama yang sekaligus menjadi cinta terakhir. Inilah yang pastinya menjadi harapan semua orang yang merasakan cinta. Memang beragam cinta pertama yang dirasakan manusia. Terutama wanita. Yang jika tidak diberi kepastian hanya bisa menunggu, menunggu, dan menunggu. Siapa yang suka menunggu? Tidak ada manusia yang suka menunggu. Namun kembali lagi ke hati. Hanya hati yang tahu jawabannya. Bertahan atau melepaskan. Suatu pilihan yang sulit, bukan?

Mari bayangkan. Saat kau mendaki sebuah gunung yang sangat tinggi, pasti memerlukan perjuangan yang tinggi pula. Banyak yang harus dipersiapkan agar bisa cepat sampai ke puncak. Bahkan sebelum mencapai puncak, banyak sekali rintangan yang harus dilewati. Sekarang kita bagi menjadi dua bagian. Yang pertama, tidak sanggup melanjutkan perjalanan agar sampai di puncak, dan yang kedua, saat kita sudah sampai di puncak.

Di tengah-tengah perjalanan sangat banyak rintangan yang harus dilalui. Apa yang kau lakukan saat makananmu habis? Tentunya mencari makanan lagi, kan? Lalu memasak sendiri makanan tersebut agar bisa menjadi makanan yang bisa layak dimakan. Setelah itu kau kembali melanjutkan perjalanan. Dan tiba-tiba kakimu terkilir sampai tidak bisa jalan lagi. Lalu apalagi yang akan kau lakukan? Tadi kau sudah mengisi energi dengan cara yang tidak mudah dan tiba-tiba kakimu tidak bisa berfungsi saat itu. Percuma, bukan? Hanya kau yang bisa menentukan apakah harus melanjutkan perjalanan atau  apakah harus kembali pulang. Begitulah cinta, di saat kau benar-benar lelah untuk menunggu, secara tidak sadar hati kau selalu mencari alasan untuk bertahan. Iya, kan? Lalu saat kau sudah mendapatkan alasan tersebut, tiba-tiba seseorang yang kau cintai menghancurkan harapanmu. Apa lagi yang harus kau lakukan? Saat itu pula, hanya kau yang tahu jawabannya. Apakah harus bertahan atau melepaskan?

Lalu yang kedua, misalkan kau sudah berhasil mencapai puncak. Betapa bahagianya kau saat itu. Segala keinginanmu sudah tercapai. Apa yang dilakukan setelah itu? Kau pasti ingin turun dan kembali ke rumah, kan? Nah, lalu siapa menjamin saat perjalanan turun nanti tidak akan terjadi apa-apa? Siapa yang menjamin kau bisa kembali ke rumah? Hanya kau yang tahu caranya agar bisa selamat sampai rumah. Kau harus turun dengan hati-hati. Begitu pula cinta, saat kau sudah mendapatkan cinta itu, kau hanya membutuhkan cara untuk mempertahankan. Satu langkah salah dalam mengambil keputusan, hubungan itu juga pasti lama kelamaan pupus. Sia-sialah perjuanganmu untuk mencapai puncak itu.

Terakhir, yang dibutuhkan seseorang ketika jatuh cinta hanyalah keberanian dan kepastian. Keberanian untuk mengungkapkan dan kepastian untuk melepas atau bertahan.

0 comments:

Posting Komentar

Hubungi kami :

Twitter : @APAksara

Email : apaksara3@gmail.com

HP : 085773226995

Instagram: kapas3.aksara

Twitter

Translator