Ketika melihat
senyumannya, bumi ini seakan menjadi semakin cerah. Ada rasa yang entah
bagaimana yang dapat membuat hati bergetar. Selalu berpikir tentangnya. Teringat
tentangnya. Ketika melihat kesedihan yang terpancar dari matanya, hati ini
seolah-olah ikut teriris. Dan dari lubuk hati yang paling dalam ada rasa ingin
membuatnya bahagia. Pernahkah kau merasakan itu? Cinta. Ya, itulah cinta.
Ada yang mengatakan bahwa “Cinta pertama tidak akan pernah berhasil.” Haha, siapa yang tahu? Di luar sana banyak sekali cinta pertama yang sekaligus menjadi cinta terakhir. Inilah yang pastinya menjadi harapan semua orang yang merasakan cinta. Memang beragam cinta pertama yang dirasakan manusia. Terutama wanita. Yang jika tidak diberi kepastian hanya bisa menunggu, menunggu, dan menunggu. Siapa yang suka menunggu? Tidak ada manusia yang suka menunggu. Namun kembali lagi ke hati. Hanya hati yang tahu jawabannya. Bertahan atau melepaskan. Suatu pilihan yang sulit, bukan?
Mari bayangkan. Saat kau mendaki
sebuah gunung yang sangat tinggi, pasti memerlukan perjuangan yang tinggi pula.
Banyak yang harus dipersiapkan agar bisa cepat sampai ke puncak. Bahkan sebelum
mencapai puncak, banyak sekali rintangan yang harus dilewati. Sekarang kita
bagi menjadi dua bagian. Yang pertama, tidak sanggup melanjutkan perjalanan
agar sampai di puncak, dan yang kedua, saat kita sudah sampai di puncak.
Di tengah-tengah perjalanan
sangat banyak rintangan yang harus dilalui. Apa yang kau lakukan saat makananmu
habis? Tentunya mencari makanan lagi, kan? Lalu memasak sendiri makanan
tersebut agar bisa menjadi makanan yang bisa layak dimakan. Setelah itu kau
kembali melanjutkan perjalanan. Dan tiba-tiba kakimu terkilir sampai tidak bisa
jalan lagi. Lalu apalagi yang akan kau lakukan? Tadi kau sudah mengisi energi
dengan cara yang tidak mudah dan tiba-tiba kakimu tidak bisa berfungsi saat
itu. Percuma, bukan? Hanya kau yang bisa menentukan apakah harus melanjutkan
perjalanan atau apakah harus kembali
pulang. Begitulah cinta, di saat kau benar-benar lelah untuk menunggu, secara
tidak sadar hati kau selalu mencari alasan untuk bertahan. Iya, kan? Lalu saat
kau sudah mendapatkan alasan tersebut, tiba-tiba seseorang yang kau cintai
menghancurkan harapanmu. Apa lagi yang harus kau lakukan? Saat itu pula, hanya kau
yang tahu jawabannya. Apakah harus bertahan atau melepaskan?
Lalu yang kedua, misalkan kau
sudah berhasil mencapai puncak. Betapa bahagianya kau saat itu. Segala
keinginanmu sudah tercapai. Apa yang dilakukan setelah itu? Kau pasti ingin
turun dan kembali ke rumah, kan? Nah, lalu siapa menjamin saat perjalanan turun
nanti tidak akan terjadi apa-apa? Siapa yang menjamin kau bisa kembali ke
rumah? Hanya kau yang tahu caranya agar bisa selamat sampai rumah. Kau harus
turun dengan hati-hati. Begitu pula cinta, saat kau sudah mendapatkan cinta
itu, kau hanya membutuhkan cara untuk mempertahankan. Satu langkah salah dalam
mengambil keputusan, hubungan itu juga pasti lama kelamaan pupus. Sia-sialah
perjuanganmu untuk mencapai puncak itu.
Terakhir, yang dibutuhkan
seseorang ketika jatuh cinta hanyalah keberanian dan kepastian. Keberanian untuk
mengungkapkan dan kepastian untuk melepas atau bertahan.
0 comments:
Posting Komentar