Fana.
Sementara.
Fakta.
Masih ingatkah kau pada gelap
pada malam semanis kecap?
Tatkala bintang gemerelap,
kau mengatakannya, gagap.
Para pencuri hati berhati.
Hati-hati tak punya hati.
Hati-hati yang dicuri,
kembali.
Sekejap lampu menyala.
Kau lihat dapur, bala.
Diacak-acak mencari warna.
Kini tiada.
Pulang dalam raut kusut,
tuan puteri pun mengamuk.
"Tolong..." katanya.
"Aku takut..."
0 comments:
Posting Komentar