Menang Kalah
Aku selalu berusaha juara
Mencapai cita dan mengalahkan
dunia
Berpegang teguh pada prinsip
Manusia kalah manusia tamat
Kemudian sesuatu berubah
Aku bertemu manusia-manusia beda
Ini gila atau gila
Aku iri dengan mereka
Hari ini aku sadar
Kekalahan, kemenangan, fana
Kebahagiaan yang sejati
Kebahagiaan impian
KEBAHAGIAAN
Ya kebahagiaan itu yang ku cari
Aku dapat melihatnya jelas
Sobat yang penuh kebahagiaan
Terserah jadi apapun aku
Terserah aku menang atau kalah
Ketika rasa bahagia itu datang
Aku tahu, Aku telah MENANG !!!!
Disetiap perjalanan aku belajar
banyak. Belajar bagaimana berjuang, belajar bagaimana merelakan, belajar
rasanya sabar, bahkan belajar untuk tetap hidup. Saat itu, aku bisa melihat
bagaiamana seseorang bisa tamat begitu saja karena sebuah kekalahan. Mereka
yang berjuang untuk orang tua, mempunyai niat baik dan bahkan merelakan sesuatu
tetap saja kalah. Aku takut akan kekalahan , aku takut akan akhir, aku takut
tak berarti, aku takut semuanya.
Aku mempunyai banyak teman dari pulau
Sumatera sampai pulau Papua. Mereka semua luar biasa. Pahit yang paling pahit
adalah saat aku meninggalkan teman di pulau Sumatera. Mungkin karena saat itu
aku sudah sedikit dewasa dan mengerti arti persahabatan. Semenjak saat itu, Aku
mulai takut untuk bersahabat. Takut untuk merelakan perpisahan.
Sampailah aku disini, di pulau paling
modern. Aku punya banyak harapan disini, terutama harapan pendidikan. Ini bukan
berarti pendidikan disana kurang berkualitas, tapi aku yang coba untuk belajar
mandiri. Hidup sendiri, belajar sendiri dan akhirnya pun sukses sendiri.
Tiba-tiba aku bertemu kalian.
Sekelompok teman yang benar-benar gila. Kalian mau mengikuti kelompok kecil
kami yang sebenarnya terlalu banyak “ngoceh” dan berhalusinasi. Dan tak
kusangka bahkan karya kita sudah sampai sebanyak ini. Walaupun sederhana namun
kita telah membuat sebuah karya luar biasa. Berangkat dari kemauan dan kerja
keras (walaupun sebenarnya malas-malasan) , kita berhasil membuat sesuatu. Sekarang tinggal
kita yang menentukan, apakah kita akan LANJUT atau MELEPASKAN semua.
Terima kasih buat inspirasi yang
kalian berikan. Kalian buat aku sadar bahwa kemenangan tak selalu diraih dengan
juara ataupun kepintaran. Kekalahan juga bukan hanya karena kita tidak
mendapatkan juara. Kemenangan sejati diraih saat kita merasakan Kebahagiaan.
Mereka yang diawal cerita mendapatkan kekalahan bukan berarti mereka bodoh.
Mereka hanya kehilangan arah dalam berjuang. Mereka mengejar sesuatu yang
ternyata tidak mereka impikan. Mereka mengejar kebahagiaan untuk keluarga mereka,
orang tua dan masyarakat namun melupakan kebahagiaan mereka sendiri. Aku tidak
ingin seperti itu. Aku tidak ingin kalah dengan cara begitu.
Tidak lama ini, aku mendapatkan
sesuatu yang menyejukkan hati. Papa, sekaligus seseorang yang ingin ku
bahagiakan mengatakan satu hal yang takkan pernah kulupa.
“Kejarlah apa yang menjadi ambisi
abang. Jadilah diri abang sendiri dengan kebahagiaan yang abang raih. Anak yang
baik adalah anak yang bisa membanggakan orang tua. Namun abang harus tahu,
orang tua yang baik adalah orang tua yang mendidik anaknya hingga dia bahagia
dan bisa hidup sendiri. Mungkin abang sekarang belajar bagaimana hidup sendiri,
tapi nanti ketika mengejar kebahagiaan, papa ingin abang mengejar ambisi abang,
bukan ambisi orang lain. Tidak ada yang tahu kemampuan diri kita selain kita
sendiri. Jadi, abang bebas kok memilih mau jadi apa abang nanti. Asalkan tidak
merugikan orang lain dan tidak melakukan kriminal. “
Beberapa kalimat itu akan selalu
kuingat seumur hidup. Aku bebas jadi apapun yang aku mau. Aku bebas jadi diriku
sendiri. Aku semakin yakin, kemenangan yang akan kuraih adalah kebahagiaan.
Terima kasih untuk inspirasi nya sobat. Semoga dengan waktu yang kita punya,
kita bisa sama-sama belajar dan berjuang untuk mencapai kebahagiaan itu. Kebahagiaan
yang akan membimbing kita kepada Kemenangan.
0 comments:
Posting Komentar