Lewat kata dari hatiku..
Tidak
ada yang spesial ketika aku jatuh cinta.
Tidak ada yang istimewa dan tak ada yang terwujud
Cuma bersisa luka sayatan mendalam ketika aku dilupakan dan aku melupakan.
Aku tak pernah sekalipun untuk memaksamu menerima perasaanku.. tidak..
Aku tidak pernah memaksa..
Mungkin hanya setetes air mata yang terus bergulir menemani hari-hariku. Aku telah terbiasa dengan kehilangan dan menghilang, usir dan diusir dari hati, rapuh dan hancur lalu membentuknya lagi, memulai hari baru lalu membuangnya, dibuang dan terbuang. Rasa-rasa itu selalu bergantian ditiap minggunya entah siapa yang menjadwal.
Tidak ada yang istimewa dan tak ada yang terwujud
Cuma bersisa luka sayatan mendalam ketika aku dilupakan dan aku melupakan.
Aku tak pernah sekalipun untuk memaksamu menerima perasaanku.. tidak..
Aku tidak pernah memaksa..
Mungkin hanya setetes air mata yang terus bergulir menemani hari-hariku. Aku telah terbiasa dengan kehilangan dan menghilang, usir dan diusir dari hati, rapuh dan hancur lalu membentuknya lagi, memulai hari baru lalu membuangnya, dibuang dan terbuang. Rasa-rasa itu selalu bergantian ditiap minggunya entah siapa yang menjadwal.
Untuk
menoreh luka sebelumnya, aku tak pernah sanggup. Entah sampai kapan rasa ini
kokoh berdiri dan tahan banting. Setiap semuanya mulai menyinari hatiku, tapi
mengapa? Mengapa akhir dari semua itu sama? Hatiku hancur berkeping, dan aku
harus menyusunnya kembali seperti puzzle karna aku tau hidup masih berlanjut
kan?
Entah
berapa kali kutumpuk senyuman palsuku untuk terlihat kuat, tertawa utnuk
menahan luka ! tidak tahukah kamu seberapa rutinnya aku menhan rasa yang
bergejolak? Hempasan luka yang kau buat selalu menganga dan memberatkan hatiku
hingga tersa seperti berpuluh-puluh ton?
Kadang
aku bertanya dengan sang rembulan, mengapa aku seperti ini? Aku hanya ingin
bisa tersenyum dan tertawa layaknya manusia biasa. Bukan senyum paksaan untuk
terlihat bahagia dan selalu kuat padahal didalamnya begitu rapuh dan sering
pula retak kembali.
Aku
tak ingin mengeluh sebenarnya tentang masalahku saat ini. Andaikan aku boleh
diberi satu permintaan, aku hanya ingin teriak dan membagi seluruh
keluh-kesahku kepada alam agar aku tidak menjadi orang yang munafik.
Aku
mencoba menutup semua lukaku dengan seutas rasa percaya bahwa masih ada kan
yang menyayangiku?
Hmm, dan yasudahlah..
Kau boleh pergi kemana hatimu akan pergi. Aku tak mau kamu akan berfikir untuk mengasihaniku dengan semua perasaan palsumu. Pada saatnya nanti pasti ada!! sebuah cinta yang indah yang akan menyambutku melaju ke yang lebih indah dan terbang kemasa depan cerah.
0 comments:
Posting Komentar