Sabtu, 01 Maret 2014

KETIKA SEMUA BERGEJOLAK


"Takkan mampu tergoyakan rasa cintaku padamu saat ini. Hanya ini yang mampu ku katakan padamu sayang, dengan bukti cinta yang akan ku buktikan kepadamu." Kutipan itu sangat cocok untuk mengutarakan rasa cinta Yordan kepada sang gadis pujaan hatinya. Melodi namaku.

Rasa tak percaya terasa di hatiku kian menyesakkan batin. Rasa dilema yang begitu tajam menghujam dada terasa sesak. Antara percaya atau tidak dengan apa yang telah terjadi, terdengar dari mulut seorang lelaki pengisi hatiku ini.

Pasalnya kami telah dekat tak kurang dari 4 bulan berkenalan. Itu juga karna Yordan sering bercerita tentang gadis yang sudah lama ia cintai, namun tak terbalas. Nada nama gadis itu, salah satu sahabat dekatku sejak kecil.

Awalnya Yordan mendekatiku hanya karna ingin kenal lebih dekat dengan Nada. Namum, tanpa kusadari perasaan lain mulai tumbuh antara kami. Aku tak tahu mengapa, terasa enggan untuk menyatukan mereka. Tetapi, ku harus melakukan itu demi dia yang ku cinta. Sayangnya, tak ada tanda tanda yang terpancar dari sahabatku itu.

Karna tak ingin Yordan menunggu lebih lama dengan cinta yang tak pasti, aku pun memberi tahu dengan jelas tentang sikap enggan Nada untuk kenal lebih dekat dengan Yordan. Yordan pun menerima saran ku.
Setelah 4 bulan berlalu, ada rasa lain yang dicurahkan kepadaku. Tak kusangka, Yordan mengungkapkan perasaan cintanya kepadaku. Perasaan ku mulai tak terkendali, dilema yang ku rasa. Setelah aku berbincang dengan Nada masalah ku dengan Yordan, ada tanggapan baik darinya dan aku pun memutuskan untuk menjadi kekasih hatinya.

Tetapi perasaan dilema yang ku rasakan memburu hati dan fikiranku. Tanda tanya besar mulai merasuki otakku. Tak berapa lama aku menceritakan semuanya kepada Yordan, ia mencoba meyakinkanku. Akhirnya aku memutuskan untuk melupakan perasaan dilema itu.

Perjalanan kisah cinta kami semakin baik hingga menginjak hari jadi kami untuk yang ke 2 tahun. Namun, semua permasalahan sedikit demi sedikit menghampiri kami.

Sampai suatu ketika, kami bercekcok. Awalnya semua berjalan seperti biasa sampai akhirnya aku menemukan foto foto mesra antara Yordan dan Nada yang ku temukan dalam telephone genggam milik Nada, ku lihat kapan foto itu diambil. Rasa tak percaya, sedih, dan tak berdaya seketika menghajarku saat ku lihat ternyata diambil seminggu lalu, ketika ulangtahun Yordan.

Perasaan itu mulai terasa menyesakkan batinku, ketika melihat gambar gambar mesra itu. Rasanya ada yang ingin mendesak keluar dari balik bola mataku. Mulutku kaku terkunci tak mampu berkata, dalam diam yang menyiksa sejuta pertanyaan seketika menghampiriku meminta penjelasan kepada mereka, namun tak ku lakukan.

Hingga suatu ketika……
"Foto kamu bagus banget sih" tanyaku kepadanya dengan senyum yang kubuat buat.

"Fotoku yang mana?" Jawabnya. "Yang itu, yang foto sama Nada waktu ultah kamu!" Tanyaku dengan intonasi agak keras. Terasa sesak mengucapkan kalimat itu, kini air mata jatuh kian deras dipipiku.
Dengan terkejut Yordan menjawab "Kamu tau dari siapa? Itu nggak seperti yang kamu kira. Maafkan aku sayang, sungguh tak ada maksud lain, itu karna Jody memaksaku untuk berfoto bersamanya" jelas Yordan. "Kenapa kamu gak jujur aja sih sama aku tentang semuanya. Sakit hati ku, salah aku menilai kamu berbeda dengan yang lain tapi kamu sama aja kayak mereka! Br*s*k!!" Emosi kian meluap tanpa kusadari, "nggak sayang nggak gitu, aku sunggu mencintaimu. Tak ada orang lain yang kuingin selain kamu sayang" jawab Yordan meyakinkan.

Dengan berat hati aku mempercayai begitu saja penjelasannya. Setelah pertengkaran hebat yang kami lalui, hari hari kami kembali normal lagi. Seminggu kemudian, Ia memutuskan hubungan kami dengan alasan orangtua, aku pun menyetujuinya. Karna ku tahu Ia adalah seorang lelaki yang setia.

Dua minggu kemudian, hubungan kami sama seperti biasa. Namun, tak kusangka salah satu teman dekatku memberi tahu ku jika Yordan dan Nada telah menjalin kasih. Detak jantungku seakan terpompa dengan cepat, dan tubuhku terasa lemas tak berdaya seperti jutaan beban sedang ku pikul.

Aku pun menjauh dari mereka, memandang dari kejauhan kemesraan mereka. Aku disini tenggelam dalam dustanya yang melumpuhkan ku, tak mampu untukku berpaling hati darinya. Saat ku sadari semua takan kembali indah, rajutan kasih yang dahulu kami rajut kini hanyal tinggal sebuah kenangan yang terpampang indah di dalam frame bertajuk cinta.

Tanpa kusadari aku sudah berjalan jauh tanpa tahu arah dan tujuanku. Dua tahun sudah, aku masih belum bisa mempercayai semua yang telah terjadi. Aku masih mengharapkan dia kembali padaku, saat ku tahu semua telah bergejolak.

Tamat

0 comments:

Posting Komentar

Hubungi kami :

Twitter : @APAksara

Email : apaksara3@gmail.com

HP : 085773226995

Instagram: kapas3.aksara

Twitter

Translator