Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat
siang, salam sejahtera untuk kita semua.
Pertama-tama, marilah kita
panjatkan puji serta syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya, sehingga kita bisa bertemu di tempat
ini dalam keadaan sehat.
Yang saya hormati, dewan juri.
Yang saya hormati, panitia Lomba Bulan Bahasa JAKMEFIGS.
Yang saya hormati, panitia Lomba Bulan Bahasa JAKMEFIGS.
Dan yang saya sayangi, teman-temanku sekalian.
Hadirin yang berbahagia.
Hari ini saya ingin menyampaikan
sebuah pidato yang bertemakan Remaja Positif. Yang dimaksudkan dengan Remaja Positif,
yaitu remaja yang melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat dalam
kehidupannya. Mereka menjauhi hal-hal negatif, bahkan merubah hal-hal negatif
itu menjadi positif.
Sering kali kita melihat berbagai
macam tindakan remaja yang tidak sesuai dengan hukum, peraturan serta adat
istiadat di Indonesia. Tentu ini adalah sesuatu yang tidak kita inginkan. Untuk
itu, ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk menjadikan Remaja di
Indonesia, menjadi Remaja Positif.
Pertama, kita harus tau penyebab
remaja berperilaku tidak baik. Saya merasa ini disebabkan oleh mudahnya suatu
informasi didapatkan oleh remaja yang belum bisa memilah mana yang baik dan
buruk, dimana pengawasan dari orang yang lebih tua amat kecil. Bahkan hampir
tidak terasa.
Lalu, untuk mengatasi masalah
tersebut, kita harus mencari solusi. Dalam hal ini, membatasi informasi bukanlah
pilihan yang terbaik. Karena pada faktanya, masyarakat saat ini sangat
membutuhkan informasi. Maka, yang perlu dilakukan hanyalah bersikap lebih
terbuka kepada lingkungan terdekat. Seseorang bisa menjadi lebih baik atau
buruk itu tergantung oleh bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan terdekat,
terutama adalah keluarga.
Keluarga merupakan faktor utama
dan yang terpenting dalam pembentukan karakter remaja positif. Misalnya saja
dengan menceritakan pengalaman pribadi agar anak dapat belajar bagaimana
mengambil keputusan yang tepat dalam sebuah peristiwa. Keluarga juga berperan
penting dalam pembentukan pola pikir remaja. Apakah remaja itu akan menjadi
disiplin atau nakal, itu ada di tangan keluarga.
Selain itu, keluarga juga merupakan
pembatas dalam tindakan remaja yang bersifat ‘coba-coba’. Tindakan ‘coba-coba’
ini sebenarnya bertujuan untuk melatih remaja dalam mencari jalan hidup. Tapi
ini harus diawasi dan dibatasi, karena akan mempengaruhi Dalam hal ini keluarga memiliki andil dalam
memberikan petunjuk dalam bentuk nasihat agar seorang remaja bisa memilih jalan
yang benar.
Dan dari sisi lainnya, pendidikan
harus memberikan kesempatan pada remaja untuk mengembangkan diri sesuai dengan
bakatnya. Karena bagaimana mereka bisa melakukan hal-hal positif apabila mereka
tidak mendapatkan ruang yang mereka butuhkan? Karena maksud dari remaja positif
bukan hanya dalam hal pendidikan, melainkan mengenai banyak hal.
Hadirin yang saya hormati.
Dengan terwujudnya remaja
positif, negeri ini akan semakin berkembang. Remaja saat ini adalah penerus
bangsa untuk kedepannya. Apabila negeri kita memiliki remaja-remaja yang
berkualitas, maka negeri kita pun akan berkualitas.
Terakhir, saya ingin mengajak
teman-teman. Marilah kita menjadi remaja yang positif, yang berguna bagi
negara, nusa dan bangsa!
Sekian pidato dari saya, apabila
ada kesalahan baik dalam kata-kata maupun isi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb. Selamat
siang dan terima kasih.
0 comments:
Posting Komentar