Senin, 28 Desember 2015

Cerita tentang Seseorang yang Kutau




          Kebanyakan orang baru akan menyadari sesuatu itu berharga bila ia kehilangannya. Seorang gadis remaja awalnya hanya mempercayainya dalam sebuah drama. Tapi kini kehidupannya sudah menjadi drama itu sendiri.

          Satu minggu pertama ia hanya dipenuhi perasaan bersalah. Hingga tak sanggup menatap matanya. Hingga tak sanggup menghirup udara yang sama. Lalu minggu kedua ia mencoba melupakan semuanya. Mencoba bersikap biasa. Mencoba memulainya dari awal lagi. Lalu minggu-minggu berikutnya ia benar-benar lupa. Bahkan hingga berbulan-bulan kemudian.

Perasaan


Sebuah telur menutup matanya
Meskipun ia sendiri tau itu hanya mengurangi jatah hidupnya
Sebuah telur membuka matanya
Meskipun ia sendiri tau tak akan ada yang berubah
Sebuah telur selalu berandai sebelum tidurnya
Meskipun ia sendiri tau ia hanyalah sebuah telur

Beberapa kali sebuah telur mencoba meretakan cangkangnya
Meskipun ia sendiri tau tak ada yang menginginkannya sebagai akibatnya
Sebenarnya hanya ada satu alasan mengapa ia melakukannya
Sebuah telur tak sabar ingin dimasak oleh koki hebat
Seorang koki hebat yang bisa merubah sebuah telur
Menjadi suatu masakan yang tidak hanya sekedar sebuah telur

Sebelum menutup matanya,
Sebuah telur terus memimpikannya
Meskipun ia sendiri tau akan posisinya,
Yang berada di dalam kulkas milik wanita muda yang tak bisa hidup sendirian



 
Rabu, 09 Desember 2015

believeiled


SURAT CINTA TERSEMBUNYI: NO. 1

Seluruh dunia ini diatur sedemikian rupa agar kita meragu. Meragu agar salah. Salah agar takut. Takut agar berubah. Berubah agar kuat. Kuat agar tak perlu meragu. Tapi semuanya selalu kembali ke pernyataan pertama. Dunia pasti akan membuat kita ragu, se-benar apapun yang kita lakukan.
“Karena itu, lebih baik kita tidak ragu untuk meragu ‘kan?” pikirku suatu hari. Karena selalu ada kemungkinan kalau kita salah, kan? Satu-satunya yang pasti adalah ketiadaan kepastian di dunia ini.
Tapi lalu kamu datang. Membuatku ragu untuk meragu. Yakin, kalau memang seharusnya denganmu.
Senin, 24 Agustus 2015

MUNGKIN


Cenderung,
aku melihat sederhana.
Pada mataku. Padanya.

Dan pada sederhana, cenderung,
aku terjebak.
Pada cinta. Padanya.

Sederhana, cenderung...
Rumit!
Padahal pada rumit, aku sederhana.

Cenderung,
aku cinta dia.
Sesederhana, dan
serumit:
Mungkin
Senin, 13 Juli 2015

Tak Seperti Biasanya


Alarm, secara umum dapat dideskripsikan sebagai sebuah bunyi peringatan atau pemberitahuan. Sangat janggal ketika beberapa tahun lalu aku menemukan fakta bahwa orang-orang pada masa dark-ages menyewa ‘tukang alarm’ untuk mengetuk jendela mereka dengan sebuah galah panjang supaya tidak telat memulai rutinitas pagi mereka sebagai ya kalau bukan bangsawan berarti petani, primitif sekali. Sementara di masa kini alarm sudah dimodifikasi sedemikian rupa dengan berbagai model, bahkan ada yang akan membuatmu mendonasikan uang dalam rekeningmu secara otomatis demi snooze 5 menit, alias mana ada orang yang mau beli barang merepotkan seperti itu.

            Lupakan semua penjelasan pembuka yang tak jelas itu, aku mengarahkan tanganku meraba meja nakas yang berada tepat di samping kasurku. Aku hanya berusaha membuka mataku yang masih menginginkan jatah tidur yang lebih banyak lagi. Sulit dipercaya bahwa rutinitas pagiku berawal dari mematikan alarm handphone, tak seperti biasanya.

Senin, 25 Mei 2015

katanya ia bosan


"gelap" katanya
lalu kucari cahaya
"sunyi" katanya
lalu kubuat suara

lalu diam
lalu pertanyaan
lalu tebakan
lalu kesimpulan
'aku tak perlu diam' pikirku

lalu

"lapar" katanya
lalu kucari makanan
"aw!" teriaknya
lalu kubuat perban

lalu aku terpikir
lalu aku berpikir

"bosan" katanya lagi
"gelap" katanya lagi
"sunyi" katanya lagi
"aku mau pergi" katanya

lalu ia pergi

dan aku masih berpikir
ia siapa?
mengapa aku tidak diam?
mengapa ia bosan?

ah
"gelapsunyilaparbosan"
"cahayasuaramakananhiburan"
semua kutinggal di jalan saat itu

lalu aku terpikir
10 menit ini, abadi
Senin, 13 April 2015

Bertemu A


          Pernahkah kamu mengingat-ingat masa lalu, atau mungkin saat pertama kali bertemu, lalu membandingkannya dengan saat ini? Siapa sangka ini semua akan terjadi 'kan? Karena, sialnya, aku lupa bagaimana kita jumpa. Yang kuingat, kamu curhat. Lalu chat. Lalu homo. Lalu suatu pagi, kulihat rambut panjangmu untuk yang pertama dan terakhir. Lalu apa. Lalu berpisah. Lalu gebetanmu. Lalu mengecat. Lalu kau marah. Lalu apa lagi?
          Kurasa banyak yang masih harus kita alami. Selamat ulang tahun, kambing!(?)
Kamis, 09 April 2015

SODRIEW - Part 2



Part 2. Selamat menikmati informasi ini. Jangan lupa, cerita ini hampir fiksi.
             “Apakah selama ini aku salah?” Dalam hati Sarah bertanya. “Apa aku mau jatuh cinta? Apa aku siap untuk terluka?” Ia masih bertanya-tanya. Ketika ia bilang ia suka pada Awan, ia mengatakan yang sebenarnya. Tapi selama ini, ia menyangkal perasaannya sendiri. Dengan alasan: Cinta adalah ujian. Kita diuji, apakah akan tangguh, ataukah menjadi rapuh. Maka lebih baik dihindari agar tak tersakiti. Karena seringkali, cinta hanya membawa pada luka. “Kalau bukan karena perasaan seperti ini, aku takkan menjadi seperti ini.” Kini sebuah pernyataan. Sebelum sebuah pertanyaan sederhana ditanyakan: “Apa aku siap untuk mencintai?”
Rabu, 08 April 2015

Andai


Andai saja aku bisa
Andai saja aku punya bakat
Tentu saja aku akan senang..
Tetapi.
Itu cuma sebuah pengandaian

Andai saja aku seperti dia
Andai saja aku seperti mereka
Tentu aku akan bahagia
Tetapi..
Itu hamyalah pengandaian

Aku suka berandai dan bermimpi
Namun.. Orang bilang yang suka berandai itu sebuah kejelekan
Apakah itu salah?
Orang bilang.. pemimpi itu hanyalah omong kosong
Apakah itu juga salah?

Dunia ini memang aneh
Atau hanya akulah yang aneh?
Ya, hanya akulah yang aneh
Aku hanyalah orang aneh yang suka berandai..

22/02/2015
Tanpa Nama
Selasa, 24 Februari 2015

Si Bisu & Si Buta


Ketika mereka tertawa
Mereka tak mengubah
Ketika mereka terdiam
Mereka tak merasa
Semua rasa membentuk harapan
Semua diam membentuk tanya

Bila ini biasa, terlalu biasa
Salahkah mereka meresapi?
Rasa, rasa yg hadir tak terpaksa
Dan tak pernah memaksa

Mata mereka bertemu
Ada ribuan kalimat tertahan
Lalu, Mata mereka berpisah
Menyisakan mimpi sunyi gelap

Sedih pun tak tertahan
Kecewa tak mungkin terbendung
Mata mereka tak bertemu lagi
Kisah berakhir menjadi cerita
Si bisu menunggu si buta
Senin, 23 Februari 2015

SODRIEW - Part 1


Cerita ini hampir sebuah fiksi. Enjoy! :D  Cerbung pertama nih! Diusahakan sebulan sekali keluarnya. Setiap tanggal 1.  Comment, and don't hate! -Wana

                Sabtu itu, mereka berkumpul lagi. Mengobrol lagi. Bercanda lagi. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi mereka. Tanpa kumpul seperti ini selalu terasa ada yang kurang. Karena ketika mereka berkumpul, mereka merasakan sesuatu yang lebih. Sarah yang selalu jalan-jalan, Arief yang sedang bekerja, dan Awan yang jarang meninggalkan kamarnya pun datang. Mengorbankan waktunya, untuk bertemu Arsa yang tak pernah kembali.
Sabtu, 21 Februari 2015

Kata-kata


Dia hanya perempuan biasa, yang memiliki hidup biasa, dengan hati dan perasaan biasa. Dia sadar dirinya tak layak untuk kembali merasa. Dia bahkan tak ingin dirinya menjadi sama seperti yang lain. Dia hanya tau bahwa yang dia harus lakukan adalah ini. Tidak harus sama, menyerupai, atau mirip. Jika hanya sebatas tau aku begini dan kamu begitu, sudah cukup.
Jumat, 20 Februari 2015

Ini Saya


Ini saya..

Saya bukanlah dia, dia, dia, atau dia, dan dia, apalagi dia.

Mungkin saya kelihatan sama. Tetapi sesungguhnya saya berbeda..

Idiot



This is a cheesy and idiot story at the same time..

Aku tidak tau mengapa aku menyukai Dicky. Iya Dicky Bagus, teman sekelasku dikelas 11 SMA.

Parallel World



Katanya dunia ini mempunyai banyak kehidupan. Bukan hanya kehidupan yang sedang kita rasakan sekarang, tetapi ada juga kehidupan dari kehidupan lain yang tidak pernah kita ketahui dan mereka tidak mengetahui adanya kehidupan kita.

Cukup membuat penasaran apalagi ketika para ilmuwan berkata kalau kehidupan itu dinamakan flip world atau dunia terbalik. Ada juga yang menyebutnya sebagai parallel world.

Aku cukup tidak mengerti mengenai itu semua. Aku hanya menganggapnya sebagai hal mistis biasa yang tidak akan mungkin pernah terjadi dihidupku yang membosankan ini. Membayangkan aku terbang kemasa lampau, ataupun kedunia lain benar-benar terasa sangat mustahil kecuali aku sedang berada dizaman Harry Potter, atau bisa jadi ketika aku salah satu sanak keluarganya Jack Frost difilm The Rise Of Guadians. Atau yang lebih booming sekarang dengan hallyu Korea mungkin dunia parallel bisa dirasakan ketika aku ikut beraksi difilm Rooftop Prince yang datang dari masa lampau melewati dunia parallel kezaman modern. Tetapi aku menyadari bahwa semuanya hanya fiksi belaka dan aku semakin tidak percaya.

Topi Merah, Sepatu Jingga


Dia.. si topi merah sepatu jingga..
Mampu membuatku terpaku tak kuasa
Di sengatan sinar matahari yang menerpa..
Dia terlihat sangat sempurna

Wahai.. si topi merah sepatu jingga
Mengapa senyummu tampan bagai dewa
Mengapa auramu bagaikan berasal dari nirwana..
Membuatku terpana.. terpesona

Untuk si topi merah sepatu jingga
tolong lihatlah aku, sigadis biasa
yang memberanikan diri membuka hatinya..
dan berkata lantang, "aku mampu membuatmu bahagia.."

Depok, 16 Februari 2015
R.A
Minggu, 15 Februari 2015

Ego


"Kalau aku maunya seperti ini, bagaimana?"
"Apa tidak bisa dipikirkan lagi? Aku tidak bisa seperti ini."
"Aku pun tidak bisa seperti itu. Jika harus begitu, yasudah."
"Yasudah apa?"

Berharap


Pekat awan mengusik jiwa
Cerah langit mulai mengalah
Hujan deras hari itu,
Memaku ku diam menatap langit

Aku dan kamu sama
Kita, ciptaan Maha Pencipta
Walau mungkin diciptakan
Bukan untuk jadi kita

Harapan pun selalu ada
Manusia butuh itu
Apapun yang jadi tantangan
Aku tetap disini, menunggu mu


Wahai Sang Maha Cinta
Sampaikan pesan ini padanya
Cinta tak harus memiliki,
Untuk mengenal kata setia
Kamis, 12 Februari 2015

Eksistensi


Kadang aku merasa aneh tentang eksistensi
Merasa ada dan aku yakin, tapi juga terasa tiada
Melihat keramaian yang kesepian
Mendengar yang bicara meskipun diam
Melihat orang menyentuh dari jauh
Dari kekosongan, bahkan

Eksistensi itu keberadaan kan?
Maka bagaimana dengan keadaan?
Maksudku, dimana dan kapan?
Bagaimana, dan sampai kapan?

Karena jujur saja aku tak pernah mengerti
Eksistensi dan semua ini selalu saja begini
Aku ada atau tidak? Kita palsu atau asli? dan
Kita bersama, atau sendiri?

Eksistensi itu keberadaan kan?

Karena jujur saja, aku merasa tidak berada
Aku merasa kalian tidak berada
Aku merasa sendiri dalam ketidakberadaanku.
Jadi kutanya saja: apa eksistensi itu ada?
Selasa, 10 Februari 2015

Dialog di Suatu Senja


                “Bir, kita sama-sama tau kalau kita gak mungkin menang.” Kataku jujur. Karena, melihat semua persiapan yang kurang ini, siapapun bisa menebak bagaimana hasilnya.

Hubungi kami :

Twitter : @APAksara

Email : apaksara3@gmail.com

HP : 085773226995

Instagram: kapas3.aksara

Twitter

Translator