Kamis, 29 Desember 2016

sempurna itu cukup


sebenarnya sederhana:
kita ada,
dan tidak sempurna.

apa tidak cukup?
Selasa, 22 November 2016

Untuk:


Karenamu, dunia terbagi dua:
Kamu, dan yang lainnya.
Dan kamu slalu lebih istimewa.

Keindahan terbagi juga:
Keindahanmu, dan yang lainnya.
Dan kamu slalu lebih indah.

Kamu mahakarya untuk semua indera
Membuat mata berhasrat melihat;
kuping mengajak menyimak;
kulit menuntut menyentuh;
dan aku terpaksa patuh.

Aku pernah melihatmu dalam imaji semu
Dimana kamu adalah ratu,
Dan aku? Hantu.

Dan setiap kalinya,
Aku tak punya pilihan lain
Selain jatuh cinta,
dan terluka.
Minggu, 04 September 2016

Bias


Semua selalu salah sangka.
Padaku, misalnya

Yah.
Mau bagaimana jika kapanpun berkata
Ini         itu
Begini  begitu
Disini disana
dan kira-kira
Kenapa

Padahal bisa tanya

Sudahlah. Tak masalah.
Gagal jangan disangkal
Kalah jangan dibantah

Tapi jika memang aku sampah
Aku sampah yang sama buruknya dengan kalian semua
Titik.
Kamis, 25 Agustus 2016

SODRIEW 4


                Peran Awan di cerita ini sudah tidak perlu ditanyakan. Sudah jelas, sebagai seniman. Pertanyaannya adalah: seniman seperti apa? Karena sebenarnya, Awan tidak pernah menganggap dirinya seorang seniman. Ia hanyalah orang yang bosan, dan mudah bosan. Karena itu, dia menginginkan hal yang bisa membuatnya tertarik. Selalu begitu. Bedanya dengan Arief, yang suatu saat akan kuperkenalkan (dan benar-benar ingin kuperkenalkan), ia hanya menunggu. Dan ketika ia temukan, sebuah timer menyala. Dimana saat timernya berakhir, ia akan kembali bosan.
Minggu, 21 Agustus 2016

Apa Ini




           “kalau ini hanyalah mimpi... tolong bangunkan aku.... siapapun...”

          Rintihan seseorang itu berhasil menyadarkan Dilan dari lamunannya. Ia berlari menuju sumber suara yang tak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Berharap ada seseorang yang bisa ia andalkan disituasi seperti ini. Pemandangan tempat itu tak jauh berbeda dari tempat pertama kali ia membuka matanya tadi. Gedung-gedung banyak yang hancur, kabut debu yang menghalang pandangan mata, mobil-mobil yang terbalik dan hancur tertimpa papan reklame, serta manusia yang bergeletakan di jalan tak bernyawa. Dilan kembali mendengar rintihan itu lebih kencang dan langsung berbelok melewati truk besar yang sudah terguling di depannya. Dibalik truk besar itu ia  melihat seorang remaja laki-laki seusianya tertindih sisa-sisa bangunan yang runtuh. Dari dada hingga kepalanya selamat, tapi sisanya, ia tak tau lagi. Remaja laki-laki itu berkali-kali merintih kesakitan. Dari wajahnya yang penuh darah dan debu itu terlihat bekas air mata yang telah mengering. Entah sudah berapa lama remaja laki-laki itu terperangkap disana. Dilan tak sanggup melihatnya, ia pun berlari meninggalkan remaja laki-laki itu sendirian.

Senin, 15 Agustus 2016

Jawaban Untuk Farhan (17)




“aku masih ingat dengan jelas kenangan yang kita buat bersama 20 tahun yang lalu. Duh rasanya jadi ingin tertawa.” Kataku sambil menahan tawa.

“ah mas Farhan!” seru Bunga padaku. “bagiku itu adalah salah satu kenangan termanis yang pernah terjadi dalam hidupku, jadi tolong jangan ditertawakan.”

“masa sih? Kan masih banyak yang lebih manis saat kita masih muda dulu.”

Wajah Bunga langsung memerah karena mengingat kembali masa mudanya. Ia langsung minum es kopi untuk menutupi pipinya yang sudah semerah tomat itu. Bahkan dengan kerutan-kerutan yang mulai muncul di wajahnya itu, dia tetap terlihat manis kalau sedang malu-malu begitu. Sejak dulu, wanita cantik berambut panjang yang ada di depanku ini kalau malu wajahnya memang langsung memerah. Kulitnya yang begitu putih bersih tak bisa menutupi rasa malunya itu. Dan hal itu adalah salah satu alasan kenapa aku bisa jatuh cinta padanya.

Minggu, 31 Juli 2016

Manusia dan Gunung




Malam ini, di pukul 20:00, akan kukisahkan sebuah perjalanan seorang anak manusia dalam mengenal dunianya. Kalian tidak perlu banyak bepikir, silahkan nikmati saja sambil minum teh. Sebenarnya aku tidak pandai bercerita, tapi akan kulakukan sebaik mungkin agar kalian tidak kecewa.

Sebelumnya kalian harus mengenal terlebih dahulu siapa orangnya. Ah, sebenarnya aku tidak boleh menyebut namanya, tapi kita bisa memanggilnya Bintang.

‘kenapa?’ hahaha. Bukankah sudah kukatakan kalian tidak perlu berpikir? Haruskan kalian bertanya alasanku menyebutnya Bintang? Kalian pasti sudah tau alasannya kan? Tentu saja karena saat kalian melihatnya, ia sudah lama mati.
Sabtu, 16 Juli 2016

Melankolis


Dunia ada untuk membenci
Mereka membenci
Saling membenci
Karena ini..
Mereka dibenci

Dunia ada untuk dibenci
Mereka dibenci
Selalu dibenci
Karena ini..
Mereka membenci

Dunia berlaku hukum alam
Pujian dan kepintaran
Bukan bakat atau talenta

Aku yang sanguinis bisa apa?
Ingin perfeksonis.
Dengan pola melankolis.

Dunia berlaku kodrat alam
Membenci atau dibenci?
Yang pendendam
Dia yang menang!
Selasa, 12 Juli 2016

SODRIEW 3.5


                Rencana SODRIEW kini masuk ke tahap dua. Tapi sebelum kita sampai kesana, aku ingin sedikit menjelaskan peran Sarah di sekolah. Karena tanpa perannya di semester satu - aku yakin - hasil dari SODRIEW akan berbeda sangat jauh. Sepertinya mulai sekarang ia akan jarang muncul, jadi aku akan menjelaskannya disini.
Selasa, 28 Juni 2016

O.A.O


Kamu mau kamu
Selalu kamu selalu
Jauh tidak jauh

Aku tidak Aku
selalu tidak selalu
Berpikir aku berpikir:

Apa tidak apa

Kita tidak kita
Tidak bisa tidak
Mau tidak mau

bersama tanda tanya
Sabtu, 18 Juni 2016

Topeng


Dia biru, dan dia juga
Disembunyikannya, dan olehnya juga
Mereka mencari biru seumur hidup
Lalu bertemu, dan tak tau

Saduran dari puisi "MASK" oleh Shal Silverstein.

RIBIT


Seperti kura-kura mengejar kelinci,
Bulan mengejar bintang;
Dan aku mengejarmu

Tidak mustahil kan?

Seperti kelinci yang tertidur,
Bintang bisa jatuh;
Dan kamu bisa luluh.
Jumat, 20 Mei 2016

Pada Waktu


Pada waktu, aku harus bilang apa?
Terima kasih? Maaf? Sesal? Marah?
Kurasa semuanya.

Maka kukatakan:
Terima kasih, maaf: aku menyesal: aku marah.
Padahal waktu tak bersalah.

Tapi apa benar tak bersalah?
Karena waktu, kita berubah.
Karena waktu, terpisah.

Tapi apa benar terpisah?
Entahlah.

-

Apa kata yang tepat untuk protes pada waktu?
"Jangan biarkan ini berlalu"?
"Aku ingin begini selalu"?

Kalau begitu, aku malu.
Seolah aku lemah:
Tak mau berubah, terpisah.

Tapi apa benar itu kelemahan?
Kuragukan.

Maka kukatakan pada waktu:
Aku akan maju, selalu.
Tidak terpaksa, aku mau.

Dan untuk kita,
Aku berdoa: semoga:
Kita jumpa disana.
Kamis, 21 April 2016

moznl


Aku takut: aku, takut:
Aku benci: aku, benci:
Aku lupa: aku, lupa
Aku hentikan: aku, henti
Aku yakin: aku ragu
Aku ragu: aku yakin
Aku ingin: tidak ingin
Aku cinta: tidak cinta
Aku ingat: kita, tiada.


Jumat, 15 April 2016

Karena.. salah


Look at this picture!
Ah aku harus apa? Kalau itu salah, apa aku bisa menyalahkannya? Dia saudaraku. Bagaimana caranya? Kapan aku bisa mengatakan bahwa itu salah?

Senin, 28 Maret 2016

UFO


Writer's note: UN~ Setelah ini saya akan vakum sampai Mei (walaupun vakum itu keadaan normal saya sih lol). Doakan yak. Diusahakan semua cerita saya tamat pada Juni. Anyway, maaf karena tulisan ini terbuat~ Ini kecelakaan.
Unfeel. That's how the needed feels felt: in the dark.
                Aku tak lagi yakin. Aku melihat pintu-pintu baru yang terbuka. Kemungkinan baru. Harapan baru. Karena itu, aku tak lagi yakin. Mereka membunuhku. (Aku yang sudah lama mati.) Maka ketika aku melihat pintu lain, jelas, aku membayangkan sebuah jalan lain untuk dibunuh. Hingga aku bisa membedakan pintu-pintu. Mana yang pintu benar dan mana yang pintu tidak benar. Aku membukanya satu-persatu sejak dulu. Mencari pencarian. Menghilangkan kehilangan. Membenarkan kebenaran. Menjahati kejahatan. Tapi entah kenapa mereka tak mau aku begitu. Mereka membunuhku di setiap pintu.
                Satuan waktu apa yang bisa kugunakan untuk menjelaskan? Tanyaku. Pada kalian. Karena tiap pintu berbeda waktu. Menyentuh. Menggerogoti. Memperdaya. Menjebak. Mungkin aku pernah terjebak selama satu abad? Atau satu milenium? Entahlah. Aku lupa! Tapi waktu yang ada di pintu-pintu itu memang tidak perlu diingat, ‘kan? Iya, ‘kan? Yang penting adalah pintunya! Pintu-pintu masa yang membawa kita (aku) ke jalan-jalan beku, atau gurun bersalju. Pintu-pintu yang disana (sudah kubilang,) aku dibunuh lagi dan lagi.
Minggu, 27 Maret 2016

KACAU


Tentang kacau yang indah bagai bunga,
Aku bercerita
Meski jiwaku terus memerintah
Selalu berkata: nikmatilah

Tapi nikmat apa? Kutanya
Lihatlah dunia yang tiada!
Aku hanya melihat kacau
Gelap dan kacau

Juga tawa jahat yang kini menjamur
Mengakar dan tumbuh subur
Mereka menyamar! Seolah penting
Padahal mereka penyebab genting

Tapi apa mereka pantas tertawa?
Mereka hanya lihat depan mereka!
Mereka tidak lihat tawa yang rahasia!
Dirahasiakan. Direncanakan.

Di sisi lain

Air mata habis. Tinggal darah
Ramah menghilang, jadi amarah
Mereka menyatu dengan kacau!
Mereka, kacau

Lucu.
Saling acuh?
Jelas jatuh!
Rapuh

Maka pada kacau yang lucu bagai bebek
Aku mengejek
Kita sama-sama kacau
Kenapa tak kacau sama-sama?

Kacau.
Sabtu, 06 Februari 2016

Asli Tiruan


Karena aku seorang peniru
Aku gunakan perasaan tiruan
Karena itu aku benci

Karena aku seorang peniru
Aku lakukan tindakan tiruan
Karena itu aku diam

Aku meniru para peniru
Karena meniru aku asli
Karena asli aku ditiru
Karena ditiru aku meniru

Tapi aslinya jangan aku
Aslinya aku tidak
Aslinya tidak asli
Aku peniru!

Peniru biru
Peniru sendu
Aku

Tapi karena meniru peniru
Aku temukan perasaan asli
Karena itu aku bertahan
Selasa, 02 Februari 2016

Sarah


Catatan: Sarah itu orangnya tidak jelas. Dan ini cerita dia yang buat. Jadi yang sabar saja.
Halo! Aku Sarah.
Apa kamu kenal aku?
Pasti tidak, kan? Aku jamin, pasti tidak!

Hanya karena kamu tau namaku, bukan berarti kamu mengenalku, lho. Dan sebaliknya, aku juga (hampir) tidak kenal siapa-siapa di dunia ini! Yah, aku memang tidak ingin mengenal terlalu jauh. Yang penting bisa melakukan simbiosis mutualisme kan? Kalau terlalu kenal, nanti malah terikat. Dan kalau terikat, kalau ada perasaan khusus, perpisahannya akan menjadi sedih. Dan aku juga tidak mau ada yang sedih. Hehe.
Minggu, 31 Januari 2016

SODRIEW - Part 3


Yow. Wana disini. Maaf baru nge-publish SODRIEW lagi. Melawan rasa malas itu lebih sulit dari yang dikira. Maaf gua meremehkan lu, tuan setan. Anyway, selamat baca SODRIEW Part 3. Pesan dari gua: jangan percaya. Karena, yah, di dunia ini gak ada yang pasti. Terakhir, selamat membaca!

Arsa, Sarah, dan Awan semakin sering berkumpul. Kini sebagai sebuah kesatuan: SODRIEW namanya. Itu nama yang Arsa berikan. Artinya, kebalikan dari WEIRDOS: orang-orang aneh. Arsa sudah menceritakan rencananya secara umum. Kini, SODRIEW telah bergerak untuk “bermain” di sekolah itu. Secara diam-diam tentunya.
Kamis, 21 Januari 2016

Sedikit Tentangku


Terima kasih. Berpuluh terima kasih untuk stop kontak rusak yang telah berbaik hati untuk tidak rusak malam ini. Beratus terima kasih untuk semua ucapan duka dari semua teman maupun orang yang ku kenal. Beribu terima kasih untuk sahabat yang selalu ada buatku, walaupun aku sulit untuk melakukan hal yang sama. Berjuta terima kasih untuk keluarga yang selalu bersamaku dalam suka dan duka. Bermiliar terima kasih untuk orang yang sangat peduli sampai-sampai menulis tentang diriku yang kuanggap sebagai hiburan paling berkesan dalam duka ini. Dan tidak lupa, terima kasih tak berbatas kepada Tuhan Yang Maha Adil yang memberikan banyak pelajaran hidup dimanapun aku berada. Terima kasih.
Minggu, 17 Januari 2016

Anggrek


aku berhenti
karena tak mampu
              ragu
              takut

aku lari
karena tak kuat
              terikat
              terpikat

aku lepaskan
karena tak siap
              merana
              terpesona

aku abaikan
karena butuh
                        mengenang
                        tenang

aku lupakan
karena ingin
                       ingat
                       dia

selamanya
Jumat, 08 Januari 2016

Untuk Temanku yang Hebat


Aku punya seorang teman. Jujur, dibilang teman pun sebenarnya kami jarang berkomunikasi. Aku ingat terakhir kali aku berkomunikasi dengannya itu saat tahun baru kemari, hanya sekedar mengucapkan selamat tahun baru dan sebagainya. Anak ini berasal dari pulau sebrang, tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Sekarang ia tinggal dengan saudaranya. Disini aku tidak akan bercerita banyak tentangnya, karena jujur, sebagai teman aku tidak banyak tau tentang dirinya.

Hubungi kami :

Twitter : @APAksara

Email : apaksara3@gmail.com

HP : 085773226995

Instagram: kapas3.aksara

Twitter

Translator